BAHASA INDONESIA

by 01.16 0 komentar
BAB 1 
                         TEKS EKSEMPLUM

Teks Eksemplum merupakan teks cerita yang mengisahkan tokoh atau pelaku dari ceritanya. Kisahnya biasa diawali dengan pengenalan tokoh, kemudian dilanjutkan dengan peristiwa yang dialami tokoh, lalu ditutup dengan interpretasi yang muncul dari dalam diri tokoh. Sebagai karya sastra, teks eksemplum termasuk teks yang berisi sebuah pengalaman hidup manusia.
Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, dan Contoh Teks Eksemplum

Ciri-ciri Teks Eksemplum 

  • Berisi peristiwa yang tidak diinginkan terjadi.
  • Menunjukkan urutan peristiwa yang jelas.
  • Menggunakan bahasa naratif.
  • Mempunyai struktur lengkap yaitu orientasi, insiden, dan interpretasi.

Struktur Teks Eksemplum

  • Orientasi

Orientasi merupakan bagian awal teks eksemplum. Biasanya bagian ini berisi tentang pengenalan tokoh.
Contoh: "Dia merupakan salah satu teman saya saat kecil, dia sangat suka menabung."

  • Insiden

Insiden merupakan bagian kedua dari teks eksemplum. Bagian ini merupakan peristiwa yang berisi persoalan yang dihadapi oleh si tokoh.  
Contoh: "Jonni kehabisan uang jajan karena terlalu sering bermain Play Station di warung Pak Jaka."

  • Interpretasi

Jika Insiden merupakan masalah/persoalan yang dihadapi oleh pemain, sedangkan Interpretasi merupakan pesan moral, evaluasi, san akibat masalah yang dilakukan oleh si pemain. 
Contoh: "Sebagai ciptaan Tuhan Yang Mahakuasa, manusia tidak boleh sombong dan angkuh terhadap nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa." 

Contoh Teks Eksemplum "PENCURIAN"

  • Orientasi

  Sabtu sore, aku pulang dari lapangan futsal di sekitar kota Ngabang. Aku baru saja bermain futsal disana. Sampai kos sudah maghrib, aku langsung mandi.
  Setelah mandi, aku solat maghrib, lalu aku istirahat sebentar di kamar. Di kamar, aku mengobrol dengan Hala. Tak terasa, waktu cepat berlalu. Jam 24.00 WIB teman sekamarku pulang, Mbak Devi namanya. Kami mengobrol sampai pukul 1.00 WIB.

  • Insiden


  Minggu pagi, aku dan Devi bangun di pagi yang kacau. Kami kemalingan. Dua laptop, dua handphone, satu modem, dan tasku hilang. Seseorang telah mencurinya semalam. Diperkirakan antara pukul 1.00 sampai pukul 3.00. Sebab, teman sebelah kamarku bangun pukul 3.00 dan tahu bahwa pintu kamarku terbuka. Tapi, ia juga belum tahu kalau kami baru saja kehilangan beberapa barang penting. Aku bertanya pada Devi, apakah ia belum mengunci kamar ketika tidur, ternyata Devi lupa tidak mengunci kamar kami.
  Setelah itu, aku dan Devi langsung lapor ke Bapak Kos, kami disuruh untuk lapor ke kepolisian.  Pagi itu, kami langsung ke Polsek Gunung Pati, pukul 08.00 kami tiba, membuat keterangan, surat kehilangan dan menyerahkan barang bukti berupa tas yang ditnggalSi Pencuri di Jemuran. Jam 10.00 WIB polisi datang ke kos untuk melihat dan menyelidiki kasus ini. Meski polisi juga belum bias menemukan pelakunya.  Kami betul-betul tidak menyangka kejadian seperti ini menimpa kami.

  • Interpretasi

  Kejadian ini adalah peringatan besar untuk kami. Sejak itu, saya dan Devi terus waspada.
Aku telah memasang gembok di pintu belakang. Dan kamarku selalu dikunci meski kami hanya keluar sebentar.

Demikian artikel tentang teks eksemplum ini. Jika ada pertanyaan, tulislah komentar kamu di bawah.

BAB 2
                      TEKS TANGGAPAN KRITIS
TEKS TANGGAPAN KRITIS adalah materi Bahasa Indonesia kelas 9 SMP yang akan kita bahas kali ini. Yang kita bahas mengenai teks tanggapan kritis yaitu pengetian, ciri-ciri teks, dan juga contoh teks yang akan saya berikan dibawah ini. Baiklah langsung saja kita simak materi nya dibawah ini.

teks tanggapan kritis

  
Pengertian Teks Tanggapan Kritis
Teks Tanggapan Kritis adalah teks yang berisi kritik tajam terhadap suatu hal yang mengenai kesalahan. Biasanya terjadi jika ada debat , orang B memberi kritik kepada orang A karena apa yang disampaikannya kurang pas. Bisa disebut juga dengan menganalisa suatu pendapat. Kita harus menerima semua tanggapan yang diberikan oleh orang atau teman kita saat kita memberikan pendapat. Karena setiap tanggapan yang mereka berikan pasti ada alasan dan bisa membuat kita menjadi lebih baik.

Ciri-ciri Teks Tanggapan Kritis

Ciri teks tanggapan kritis ini berfungsi agar kita dapat lebih mudah untuk mengenali apakah teks yang kita baca merupakan teks tanggapan kritis atau bukan. Jika suatu teks memiliki semua ciri teks tanggapan kritis, maka dapat dikatakan bahwa teks tersebut adalah sebuah teks tanggapan kritis. Berikut ciri teks tanggapan kritis.
  1. Teks ini memuat tanggapan terhadap fenomena yang terjadi di sekitar dengan disertai fakta dan alasan. 
  2. Mempunyai  3 Struktur teks yaitu : Evaluasi , Deskripsi Teks , dan Penegasan Ulang.
  3. Mengandung kaidah kebahasaan atau ciri kebahasaan yang dimiliki teks tanggapan kritis.

Struktur Teks Tanggapan Kritits
  1. Evaluasi, merupakan bagian pertama dalam Teks Tanggapan Kritis. Bagian Evaluasi berisi pernyataan umum tentang apa yang akan disampaikan penulis dalam teks. 
  2. Deskripsi Teks, merupakan bagian kedua atau lebih jelasnya adalah bagian isi dalam Teks Tanggapan Kritis. Bagian Deskripsi Teks ini memuat informasi tentang data-data dan pendapat pendapat yang mendukung pernyataan atau melemahkan pernyataan. 
  3. Penegasan Ulang, merupakan bagian ketiga teks atau lebih jelasnya adalah bagian terakhir teks yang berisi penegasan ulang terhadap apa yang telah dilakukan atau yang telah diputuskan.

Kaidah Kebahasaan Teks Tanggapan Kritis
  1. Kalimat kompleks, kalimat yang memiliki lebih dari dua struktur dan dua verba.
  2. Konjungsi, kata penghubung yang menghubungkan setiap kata dan juga setiap struktur.
  3. Kata Rujukan, sesuatu yang digunakan pemberi informasi (pembicara) untuk menyokong atau memperkuat pernyataan dengan tegas. Dikenal juga dengan sebutan referensi.
  4. Pilihan Kata, pemilihan kata yang sesuai dalam penggunaan dan pembuatan teks tanggapan kritis.


Contoh Teks Tanggapan Kritis

NO
STRUKTUR TEKS
KALIMAT
1.
Evaluasi
Mungkin ada sebagian atau bahkan kebanyakan orang tua dan juga siswa SMP seringkali dibingungkan dengan pilihan ini. Terutama bagi siswa kelas 9 yang sebentar lagi akan lulus dan harus segera menentukan pilihannya. Tentu untuk memilih akan masuk SMA ataupun SMK tidak boleh sembarangan. Kita harus mempertimbangkan kekurangan dan kelebihan dari masing – masing pilihan sebelum kita memilihnya. Apa saja alasan – alasan yang dapat memperkuat langkah kita?
2.
Deskripsi Teks
Alasan yang pertama, kita pasti sudah mengetahui jika lulusan SMK lebih mudah dan lebih siap untuk bekerja jika dibandingkan dengan lulusan SMA. Karena di SMK siswa tidak hanya diajarkan teoretik yang mendalam sesuai jurusannya saja, melainkan disana para siswa juga dibekali dengan kemampuan praktek yang sangat menambah pengalaman dan memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja. Seperti yang sering kita dengar atau lihat, para siswa SMK seringkali melaksanakan PKL (Praktek Kerja Lapangan) atau yang biasa disebut dengan istilah “magang”. Saya sepakat dengan hal ini karena pada SMA, siswa hanya diajarkan teoretik saja secara mendalam. Sehingga lulusan SMA harus kuliah dulu jika ingin mendapatkan pekerjaan.
            Mungkin banyak orang yang beranggapan bahwa setelah lulus dari SMK nanti, kita tidak bisa lanjut ke perguruan tinggi. Hal ini tentu salah, karena siswa SMK tetap bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Kelebihan masuk SMK, siswa mempunyai hardskill berupa kemampuan kejuruan yang spesifik sehingga ketika kuliah seorang siswa mengambil jurusan yang sama dengan ketika dia SMK, maka dia akan lebih mudah untuk mempelajari materi kejuruannya. Sedangkan di SMA, siswa lebih diajarkan kemampuan teoretik saja.
            Namun, jika dibandingkan dengan SMA, materi – materi yang diajarkan di SMK tidak seluas materi – materi yang diajarkan di SMA. Hal ini karena di SMK kita lebih diajarkan secara detail pada jurusan yang kita ambil saja. Sedangkan di SMA kita diajarkan berbagai macam materi sesuai bidang yang kita ambil, misalakan bidang IPA. “Siswa SMK dapat pengetahuan tidak lebih banyak daripada siswa SMA,” pendapat ini disampaikan oleh salah seorang blogger pada salah satu postingan di blognya. Dari sini kita dapat menilai bahwa kemampuan berfikir secara logika anak SMA jauh lebih bagus dibandingkan dengan anak SMK. Anak SMK cenderung memilih sebuah langkah secara instan atau cepat tanpa mempertimbangkannya secara lebih dalam.
            Jika untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, lulusan SMK lebih dibatasi ruang lingkupnya jika dibandingkan dengan lulusan SMA. Sehingga rata – rata siswa SMK kesulitan untuk masuk ke perguruan tinggi. Ketika di perguruan tinggi, siswa SMK tidak bisa mengambil jurusan yang berbeda dengan jurusannya dulu di SMK. Kalupun bisa, dia akan kesulitan karena di SMK dia hanya diajrkan materi – materi yang mendalam di jurusannya saja. Sedangkan lulusan SMA bisa lebih bebas untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Mengingat pada saat SMA, materi – materi yang diajarkan mencakup semuanya.
3.
Penegasan Ulang
           Dengan demikian, siswa lulusan SMK jauh lebih siap kerja
BAB 3
                         TEKS TANTANGAN 
Pengertian Teks Tantangan
Teks tantangan adalah teks yang berisi informasi yang memuat bantahan terhadap suatu hal yang kontroversial yang sedang berkembang di masyarakat yang dilengkapi dengan argumen dan data-data yang dapat memperkuat bantahan tersebut. Teks tantangan ini biasanya ada dan menjadi penyangga dalam debat.
teks tantangan

Struktur Teks Tantangan
Struktur teks tantangan merupakan cara atau bagian-bagian yang membangun teks tersebut. Masih banyak diantara yang belum mengetahui bahwa teks tantangan disusun oleh isu atau pengantar, argumen, dan juga simpulan. Untuk lebih jelasnya bisa sobat lihat dibawah:
  1. Isu atau masalah,berisi tentang topik yang akan dibantah, sering juga disebut sebagai isu.
  2. Argumen Menentang, struktur teks yang berisi rangkaian bukti atau alasan yang berfungsi untuk mendukung bantahan.
  3. Simpulan,  berisi pernyataan yang menegaskan bantahan.
Kaidah Kebahasaan Teks Tantangan
Teks tantangan memiliki empat kaidah kebahasaan, untuk lebih jelasnya simak dibawah ini.
  1. Kalimat kompleks, merupakan kalimat yang memiliki lebih dari satu struktur dan satu verba.
  2. Kata rujukan, merupakan kata yang menunjukan rujukan sebagai pemberi informasi.
  3. Kata hubung, kata yang berfungsi untuk menghubungkan kata.
  4. Pilihan Kata, agar gagasan teks dapat disampaikan dengan baik.

CONTOH TEKS TANTANGAN

ISU / MASALAH :

Dewasa ini perkembangan teknologi sudah merambah ke segala bidang, tak terkecuali bidang pendidikan. Salah satu contoh nyata adalah penggunaan komputer dalam ujian nasional yang sekarang dinamakan dan dikenal sebagai UN CBT ( Ujian Nasional Computer Based Test ).Metode Ujian Nasional yang baru ini menggantikan metode lama yang menggunakan kertas atau yang biasa disebut UN PBT ( Ujian Nasional Paper Based Test ). Meskipun cara baru dalam melaksanakan ujian nasional ini digadang-gadang akan mengurangi nilai kecurangan dalam ujian dan meminimalisir kesalahan pembacaan jawaban. Namun sebenarnya UN CBT tidak sedikit menimbulkan masalah atau patutnya disebut kesalahan.

ARGUMEN MENENTANG :

Meskipun banyak yang belum “merasakan” metode UN CBT namun sudah banyak kalangan pelajar bahkan guru yang tidak setuju dengan pelaksanaannya. Mereka cenderung mengkhawatirkan terjadinya kesalahan teknis. Mereka khawatir apabila suatu saat terjadi mati listrik saat mengerjakan . Meskipun dipersiapkan cadangan listrik atau semacamnya, takutnya hal tersebut membuat panik siswa. Selain gangguan dari luar, mereka juga mengkhawatirkan bila nantinya komputernya bermasalah atau jaringan mereka bermasalah sehingga mengganggu atau bahkan merusak proses pengerjaan soal. Tentunya itu adalah hal yang sangat tidak diinginkan oleh siswa maupun guru. Banyak pihak siswa dan guru yang menyarankan ujian nasional dilaksanakan seperti biasa saja, yaitu UN menggunakan lembar jawab dan dikerjakan menggunakan pensil. Mereka beranggapan cara tersebut familiar dan tentunya lebih mudah karena mereka bertahun-tahun mengerjakan soal dengan alat tulis dan bukan menggunakan komputer.

ARGUMEN MENENTANG :

Pengalaman dari sekian banyak siswa yang pernah mengalami ujian nasional CBT menunjukkan bahwa banyaknya kesalahan teknis yang mengganggu dalam proses tes. Tidak hanya kesalahan teknis dari pihak sekolah atau siswa, bahkan kesalahan di dalam aplikasi ujian pun juga banyak yang terjadi. Hal tersebut tentunya akan membuat siswa cemas dan akhirnya siswa menjadi tidak fokus dalam mengerjakan soal. Hal tersebut seharusnya tidak boleh terjadi karena Ujian Nasional merupakan salah satu faktor penting penentu siswa tersebut diterima di sekolah tujuan atau tidak.

ARGUMEN MENENTANG :

Penerapan ujian nasional CBT di berbagai daerah yang menggunakan sistem bergilir dirasa kurang tepat. Ujian nasional bergilir sangat berisiko terjadi kecurangan, meskipun sudah dibuat ujian nasional dengan berbagai paket. Tak bisa disangkal dengan sistem bergilir tersebut menambah peluang kecurangan bagi sekelompok siswa yang melakukan kerja sama saling membocorkan soal. Biang dari permasalahan tersebut adalah kurangnya fasilitas sekolah yang memadai, dan bisa ditangkap dengan mudah bahwa penyebab fasilitas sekolah yang kurang memadai adalah kurangnya dana bantuan dari pemerintah. Jadi dapat disimpulkan bahwa ujian nasional CBT di Indonesia ini belum dipersiapkan secara matang. Pelaksanaan UN CBT terkesan seperti uji coba, padahal ujian nasional merupakan peristiwa yang sangat penting.

ARGUMEN MENENTANG :

Beberapa pernyataan yang dapat mendukung argumen bahwa ujian nasional CBT di Indonesia ini belum dipersiapkan secara matang antara lain, penerapan ujian nasional CBT di Indonesia tidak dilaksanakan secara merata di semua sekolah, melainkan hanya sekolah tertentu yang ditunjuk saja. Alasannya pun sama, banyak sekali sekolah yang tidak memiliki fasilitas yang memadai dan penyebabnya mudah ditebak, yaitu sekolah kekurangan dana untuk mewujudkannya. Selain alasan tersebut, uji coba-uji coba atau try out yang disediakan pemerintah untuk sekolah yang melaksanakan UN CBT dirasa kurang. Uji coba yang dilakukan kebanyakan adalah uji coba UN PBT dan sementara UN CBT mungkin hanya dilaksanakan satu kali atau dua kali saja. Sedangkan pembiasaan menggunakan komputer saat uji coba sangat penting dilakukan. Mengingat tidak sedikit pelajar yang “gagap teknologi”. Bahkan tidak sedikit pula pelajar yang “bisa” dalam teknologi namun tetap saja tidak terbiasa atau bahkan minder. Jika kurang pembiasaan, maka akibatnya tidak sepele. Konsentrasi siswa bisa terganggu karena “teknologi” tersebut dan tentunya juga berakibat pada pengerjaan siswa.

SIMPULAN :

Ujian Nasional CBT ternyata banyak mendapat pendapat tidak baik dari siswa maupun guru. Banyak sekali alasan penolakan atau penentangan dari pelaksanaan Ujian Nasional CBT, mulai dari sisi kenyamanan, hingga sisi kecurangan. Sebenarnya akar dari semua argumen tersebut adalah pemerintah belum mempersiapkan secara matang tentang pelaksanaan UN CBT kepada para siswa. Jadi alangkah bijaknya apabila pemerintah menyiapkan secara matang terlebih dahulu sarana dan prasana penunjang pelaksanaan UN CBT tersebut sehingga dapat diterima dengan baik oleh para siswa maupun guru.

Karen Christy Pongtengko

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar